si cantik ultah...

si cantik ultah...

selamat hari lahir….doa tulusku untukmu cayank…

Semoga kelak menjadi akhwat sholehah, yang qowwi, sehat, dan cerdas….amiiiin

Hadiah ultahnya afa dari Allah…afa mulai jalan:) sueneng banget rasanya… walaupun sering jatuh. tetangga dekat kontrakan sampe menyebutnya afa mabuk:( habis bntar2 buks!! it’s OK. Ketika afa belajar jalan dan terjatuh, tidak pernah sekalipun ayah dan bunda membantunya, mengelus-elusnya, kami membiarkannya…akhirnya samapi sekarang afa kalau terjatuh jarang nangis kecuali kalau jatuhnya kebangetans :)

penegen maem coklat duluan tuuuh...

penegen maem coklat duluan tuuuh...

Oleh: insab1 | Mei 29, 2008

Lebaran di Tempat mBah..

Alhamdulillah…afa bisa lebaran yang pertama kali di tempat mbah akung…asalnya ayah di banjarnegara…wuiiih di puncak gunung, tinggi-tinggi sekali…

Kakak tuh wong duingin bangets gini malah rajin mandi, dah gitu kalo bobo ga mau pake selimut :( padahal ayah dan bunda mandi aja sehari sekali…kedinginan buangets!!!

Mm…kalo lebaran di ngawi, kakak malah bantuin mbah uti masak… masak kangkung:)

dscn9669

Oleh: insab1 | Mei 29, 2008

Selamat datang my little angel… A F A

Waktu itu hari senin, 5 Maret 2007 kami memeriksakan kehamilan di dr. Dheti Sp.OG di RSIA Sakina Idaman karena dekat denagn rumah. Awalnya kami memeriksakan kehamilan di dr. Muzayyanah Sp.OG. tapi rasanya kejauhan kalau saya harus melahirkan di sana. Yah…mumpung HPL masih 2 hari lagi (HPL tgl 8 Maret 2007, karena Hari Pertama Menstruasi Terakhir saya tanggal 1 Juni 2006) tau kan rumus nya? HPL = HPMT (tgl+7;bln-3;thn+1). Periksa terakhir hari senin, adek janin OKE diperkirakan Berat Badan Lahir (BBL 2900 gram). Mm, sbenernya masih kecil sih, walaupun dah lebih dari 2500 gram (biar gak masuk berat badan lahir rendah-BBLR). Usia kehamilan dah 39 minggu plus 5 hari. dah takut, kok bekum ada tanda-tanda mau melahirkan. Btw, meskipun saya dokter, saya belum pernah melahirkan, so bener-bener gak tau tanda pasti kelahiran. Yach…saran dokter Dheti kami ikuti : jalan-jalan pagi…

Pagi-pagi kami jalan-jalan…muter-muter kampung, setelah lelah kami “njajan” gethuk di depan rumah. MasyaAllah setelah maem gethuk, saya merasakan pengen pup terus, meskipun dah ke toilet, tapi ga keluar-keluar serasa “bebelen”…dah gitu, keluar darah lagi dari jalan laer…wah apakah ini tanda-tandanya??? Saya telepon teman yang barusan melahirkan katanya kalau pagi ini keluar darah diperkirakan lahirnya masih besok…

Seperti biasa menjelang jam 9 pagi saya mau berangkat ke klinik karena saya dapat sift pagi praktik di Ramadhan Medical Center di gedungkuning. Tapi kenapa sebentar-sebentar saya pengen ke pup, mules rasanya… akhirnya saya memutuskan tidak berangkat kerja tapi malahan ikut ke kantor suami, mbok terjadi apa2. Di kantor, saya sempatkan sholat dhuha, dalam kondisi perut yang sangat -sangat sakit, sampai akhirnya saya merasa ga kuaaat…. trus sms suami

kami pulang ke rumah mengambil smua tas yang sudah jauh hari saya persiapkan baik untuk adek bayi maupun bundanya…trus menuju RSIA Sakina Idaman… sampai di sana diperiksa.. MasyaAllah…saya baru merasakan sendiri ketika bidan memeriksa kondisi jalan lahir…ga enak blass!! padahal sewaktu koas di Obgyn dulu saya seringkali memeriksa pasien, pasti mereka merasakan ketidaknyamanan itu. maaf yach :(

baru bukaan 2, rasanya sudah muntup2… jam 3 sore air ketuban pecah, saya juga baru tau rasanya seperti ngompol tapi ga bisa ditahan, ya sudah deh air ketuban membasahi semua pakaian. Mm, kalau ketuban sudah pecah…it means sbentar lagi saya bakal melahirkan InsyaAllah….

Merasakan kontraksi…mungkin yang membuat para ibu-ibu menjerit jika tak mampu menahan diri. Jelas ga da tips atau triks yang mampu mengalihkan rasa sakit ini kecuali kepasrahan pada Allah semata…. Yakinkan bahwa sbntar l;agi, tidak lama lagi rasa sakit ini kan terganti dengan hadiah yang begitu mahalnya:)

pukul 17.30 Alhamdulillah lahir bidadari kecilku… saya selama proses persalinan ditungguin suami, beliau menggenggam erat tanganku mencoba memberikan support…tak terasa menetes air mata kami… haru, bahagia, amazing!!! tlah hadir bidadariyang ndut (BB : 3350 gram), rambutnya lebat, tenang…. Subhanalloh….

Oleh: insab1 | Mei 29, 2008

Cayangqu Sesumpahan

November 2006, bagi kami merupakan hari yang cukup istimewa. Saat itu cayangqu sesumpahan, yakni telah lulus program profesinya yang telah ditempuh selama dua tahun. Sejak saat itu cayangqu dah syah jadi dokter dan telah disumpah sesuai tradisi di dunia kedokteran. Semoga ilmu dan keahliannya bermanfaat tidak hanya untuk kami tetapi juga untuk umat.

Oleh: insab1 | Mei 26, 2008

Berita Akan Hadirnya si kecil…

Setelah Gempa, kami pindah di Blunyahrejo. Saat itu usia pernikahan kami kira-kira sudah 5 bulan. Setiap ketemu temen-temen, selalu yang ditanyai “Gimana..dah bathi belum?”, “Piye Bar…dah terbukti kejantananmu?” dan sederet pertanyaan lain yang senada. Terus terang secara psikologis pertanyaan-pertanyaan tersebut cukup bikin kami down juga. Meskipun pada awalnya kami memang berencana untuk tidak punya adek dulu sebelum istri lulus jadi Dokter. Selain saran dari murabbi istri untuk menunda kehamilan dulu, karena kesibukan sebagai KoAss yang luar biasa. Tetapi pertanyaan-pertanyaan tadi membuat kami tertantang juga, lalu akhirnya kami berikhtiar untuk segera punya adek.

Masa penantian cukup lama, Alhamdulillah istri memiliki siklus menstruasi yang teratur sehingga dengan ikhtiar dan do’a akhirnya istri terlambat menstruasi 2 hari. Dengan keberanian dalam ketakutan akhirnya kami membeli tes kehamilan di apotik….Allahuakbar…ternyata berita akan hadirnya si kecil di tengah-tengah kami datang juga. Suatu malam istri melakukan tes urine dan ternyata POSITIF.muncul 2 garis merah pada alat testnya…betapa bersyukurnya kami…

Gembira…terharu…bahagia…mungkin kata-kata itu belum cukup menggambarkan keadaan kami saat itu. Tanpa terasa air matapun menetes…Benarkah Allah akan menghadiahkan kepada kami seorang anak? Benarkah Allah telah mempercayakan kami untuk mendidik seorang penghuni Bumi yang bertugas sebagai ‘abid sekaligus kholifah?” Sebesar itukah kepercayaan Allah kepada kami? Subhanallah, walhamdulillah, Wallalhuakbar….

Semoga Allah memudahkan jalan bagi kami untuk menghadirkan generasi baru yang konsisten dengan tugas kemanusiannya. Amien..

Oleh: insab1 | Mei 26, 2008

Berbah..kontrakan pertama kami

Setelah dilangsungkan perhelatan akad nikah secara sederhana, kami punya waktu satu minggu untuk berbulan madu. Sebagian waktu dihabiskan di Ngawi, sebagaian yang lain di Banjarnegara. DINGIN…itulah kesan pertama tentang Banjarnegara. Untuk diketahui saja, rumah kami yang di Banjar terletak 30 km dari pusat kota, naik ke arah pegunungan Dieng. Tapi dengan begitu justru bulan madu kami semakin romatis….

Seminggu telah berlalu, akhirnya kami harus pulang lagi ke Jogja, membangun peradaban baru; The Fighters Family. Ya… keluarga pejuang. Kami punya visi, agar keluarga yang baru saja kami bangun, akan tumbuh dan berkembang menjadi keluarga para pejuang di jalan Allah. Dari keluarga ini akan lahir sejumlah generasi baru yang memilki konsistensi dalam membela agama Allah. Semoga harapan ini akan terkabul….

Berbah adalah tempat pertama kami hidup bersama di Jogja. Sebuah rumah kontrakan yang cukup besar, deket kuburan dan berjarak tempuh kira-kira 30 menit ke kampus, telah menjadi saksi hari-hari pertama perjalanan hidup kami sebagai suami istri (Gambar di samping di ambil dari depan kontrakan kami di Berbah). Saya tahu…agaknya istri saya tidak terlalu cocok dengan tempat itu, selain jauh, rumah tersebut terlalu besar dan deket kuburan. Tapi apa mau dikata, waktu itu saya benar-benar sudah gak punya uang lagi setelah sedikit tabungan saya dipakai untuk operasional pernikahan. So..saya harus cari rumah kontrakan dengan harga bersahabat..akhirnya ketemu di Berbah itu. Itupun uang pinjeman dari mas Puji (temen dosen di UNY).

Nampaknya cayanqu (panggilan u/istriku) agak takut juga kalau ditinggal malam-malam. Jadi setiap saya ngisi acara atau ada liqo, pasti cayangqu ikut atau tak titipin di kos-kosan akhwat.

Sampai suatu ketika, Joga mengalami bencana dahsyat, Gempa berkekuatan 6,9 skala richter turut memporak-porandakan kontrakan kami. Saat itu saya sedang di rumah mempersiapakan acar TFT DPW, Istri kebetulan sedang ko-as di luar kota, RSUD Banyumas. Alhamdulillah, Allah masih menakdirkan kami melanjutkan perjalanan hidup ini, saya berhasil lari ke luar rumah lewat pintu belakang, sebelum rumah kontrakan kami roboh atapnya.

Sejak saat itu, kami memutuskan untuk pindah kontrakan. Sambil mencari kontrakan baru, kami terlibat menjadi relawan; istri di BSMI saya sendiri di DPW. Jika malam datang, kami nunut di Az zahro, kos-kosan ikhwan KAMDA yang dulu juga kos-kosanku.

Akhirnya kami diberi kemudahan Allah dalam hal tempat tinggal, yakni istri diminta untuk tinggal di sekretariat BSMI. Blunyahrejo TR II, 794A. Alhamdulillah, tetangga tetangga WELCOME banget…hingga kami merasakan kedekatan yang luar biasa, seperti sebuah keluarga. Kami bertahan 2 tahun tinggal di Blunyahrejo, sampai akhirnya Allah memberikan rizki kepada kita sebuah rumah yang mUngil nan asri DI BELAHAN KOTA bANTUL, yang menjadi surga, tempat peraduan kami setelah seharian mengejar rizki dari-NyA

Oleh: insab1 | Mei 16, 2008

Awal Kami Bertemu

Ramadhan 1427, di saat saya sedang i’ktikaf di Masjid Quwwatul Islam, sebuah sms masuk ke nomorku dan membuat jantungku bergetar kencang. SMS dari seorang ustadzah, bahwa saya diminta untuk memasuki tahap ta’aruf. Seorang akhwat, Irena Agustiningtyas, yang dua minggu sebelumnya biodatanya telah saya terima, kala itu juga menyatakan menerima biodata saya. Bertemulah kami di sebuah tempat untuk melakukan ta’aruf.

Akhirnya di hari ke 18 bulan Januari 2006, kami melangsungkan pernikahan. Akad nikah dilangsungkan di Masjid Jami Baiturrohman Ngawi tepat pukul dua. Mulai saat itulah, kami memasuki pintu langit… awal dari sebuah babak baru dalam kehidupan “berumahtangga” Alhamdulillah…

Kini berpadulah 2 hati dalam mahligai cinta,

ikatan nan agung sempurnakan sebagian agama

Allah telah menghalalkanmu menjadi pendamping bagiku

dan kau pun tlah mengikhlaskanku menjadi pendampingmu…

Semoga Allah senantiasa memberkahi kehidupan kami kelak di dunia maupun di akhirat…amiiin.

Kategori